Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa

Panggilan Singkat: 
EDOM

1.1 Sekilas Pandang Di dalam Pasal 1 Butir 5 dan 6 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU. Sisdiknas), dinyatakan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor pamong belajar, widyaswara, tutor, instrukutr, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Di lingkungan pendidikan tinggi, tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai pendidik disebut dosen. Dosen adalah manajer (pemimpin) Proses Belajar Mengajar. Agar mampu mengelola (memimpin) PBM, dosen harus benar-benar mampu menguasai:

1. Bidang ilmu yang menjadi keahliannya.

2. Perencanaan dan penyajian (metode) perkuliahan dan evaluasi.

3. Prinsip-prinsip Manajemen Mutu Terpadu, terutama prinsip filosofi pendidikan dan pemahaman tentang mutu.

Kemampuan (kompetensi) inilah setidaknya yang menjadi standar mutu dosen. Selain itu evaluasi kinerja terhadap dosen dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan pendidikan terkait dengan proses perkuliahan, yakni dosen harus memenuhi kehadiran salama satu semester minimal 75% (12 kali pertemuan) untuk dapat memberikan pengujian terhadap mata kuliah yang diampu. Kaitannya dengan kinerja pengajaran, evaluasi dosen juga dilakukan setiap akhir semester kuliah, terutama terkait dengan kehadiran, kesesuaian materi yang diajarkan dengan silabus, kemampuan menjawab pertanyaan dari mahasiswa dan penguasaan materi.

1.2 Latar Belakang Permasalahan Posisi dan peranan dosen sebagai pejabat fungsional sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu dan standarisasi mutu Perguruan Tinggi khususnya mutu Proses Belajar Mengajar. Untuk menjaga mutu pendidikan, di suatu Perguruan Tinggi harus dirumuskan standar tenaga kependidikan. Standar tersebut harus ditingkatkan secara terus menerus dari waktu ke waktu, sehingga standar tersebut berkembang secara berkelanjutan. Semakin tinggi standar SDM yang ditetapkan, semakin bermutu kondisi dosen. Salah satu komponen dalam usaha peningkatan standar kualitas dosen yaitu dengan melakukan evaluasi langsung dari mahasiswa terhadap dosen pengampunya. Selama ini Universitas Indonesia telah berusaha untuk melaksanakan program evaluasi guna peningkatan mutu pendidikan tersebut dengan menggunakan program Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) yaitu sebuah instrumen untuk menilai kinerja dosen dalam proses pembelajaran di akhir semester yang dilakukan secara manual dengan membagikan formulir EDOM kepada setiap mahasiswa. Akan tetapi program tersebut masih belum bisa mengakomodasi keinginan Universitas Indonesia. Melihat kondisi di atas, maka dibutuhkan pengintegrasian dan pengembangan sistem informasi yang dapat menyajikan hasil evaluasi secara efektif dan efesien serta tepat sasaran.

1.3 Tujuan Proyek Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengatasi kelemahan dan kekurangan program yang digunakan sebelumnya yaitu program Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dengan merancang dan membangun sistem baru yaitu Sistem Informasi Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa secara Online (EDOM Online). Sistem tersebut akan memiliki ciri -ciri sebagai berikut:

1. Pengisian EDOM dilakukan sebagai syarat untuk assign perolehan nilai tiap mahasiswa di SIAK-NG

2. Data hasil olahan EDOM dapat dimanfaatkan bagi pengelola pendidikan di tingkat Universitas, Fakultas dan Departemen sesuai kebutuhan dan lingkup tanggungjawab masing-masing.

3. Pengelolaan data dan informasi yang lebih efektif dan efisien dimana sistem pelaporan dapat dilakukan setiap saat bergantung kebutuhan.

4. Memiliki kesesuaian rancangan dan fasilitas untuk berinteraksi secara transparan dengan subsistem-subsistem lain dalam sistem informasi Universitas Indonesia.

1.4 Ruang Lingkup Sistem Informasi Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa secara Online yang dikembangkan saat ini akan digunakan untuk membantu proses peningkatan standar proses belajar mengajar dan peningkatan mutu pendidikan. Serta dosen dapat mengetahui langsung tingkat keberhasilan dalam menyampaikan mata kuliah yang diampu, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan cara pengajaran.